Melihat Kiprah YPKGM, Wakil Lumajang dalam Poverty Award 2009 (Reportase Radar Jember)

15 08 2009

Mengatasi kemiskinan bukan menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran lembaga non government punya andil besar dalam upaya pengentasan kemiskinan tersebut. Seperti yang dilakukan Yayasan Pengembangan Kreativitas Generasi Muda (YPKGM). Lembaga tersebut dipercaya mewakili Lumajang dalam ajang Poverty Award 2009. Kondisi rumah yang berada di Jalan Arjuna Nomor 35F itu tidak terlalu besar. Di halaman rumah bercat putih tersebut, ada padepokan kecil yang dibangun dari penyangga kayu dan asbes pengganti ilalang sebagai atapnya. Terlihat sejuk dan asri.

Sekitar rumah banyak ditumbuhi berbagai macam bunga. Di rumah itulah, para aktivis YPGM mengolah dan mengembangkan kreativitasnya. Para aktivis YPGM menyebut rumah tersebut sebagai rumah kreatif.
Maklum, selain menelurkan ide-ide segar untuk memberikan pendampingan terhadap program pengentasan kemiskinan, di rumah tersebut juga tersedia perpustakaan dan fasilitas internet yang kesemuanya gratis.
Rak-rak buku mengitari sisi bagian selatan dan sisi barat di ruangan depan rumah kreatif tersebut. “Koleksi perpustakaan memang lebih banyak menyediakan buku-buku tentang pertanian,” ujar Hendro Iswahyudi, ketua YPKGM. Namun, bukan berarti buku bacaan umum dan anak-anak tidak tersedia. Untuk menunjang kegiatan, dua unit komputer dengan akses internet juga tersedia.

Di rumah tersebut ada ruangan untuk tempat produksi produk-produk pertanian, seperti kopi organik semeru dan keripik jahe watu kloset. Dua produk tersebut salah satu produk yang dimunculkan oleh YPGM dan telah dipasarkan hingga luar kota seperti Jogjakarta dan Bali.
Hendro Iswahyudi mengatakan, YPKGM sudah memulai kiprahnya sejak dua dekade lalu. Dari awal, YPKGM berkiprah dalam pemberdayaan masyarakat petani di kawasan lereng Semeru melalui Program Pertanian Berkelanjutan (PB).

Awalnya, kata Hendro, YPKGM fokus dalam mengelola dan mengembangkan komoditas kopi dan pisang dalam mendukung kemandirian wirausaha tani. Kelompoknya memfasilitasi Paguyuban Petani Pusung Kejen (P3K) dalam program sertifikasi kopi organik bekerja sama dengan LeSOS-Bio Inspecta hingga meraih sertifikat. “Kami bersyukur dua hal tersebut terpenuhi,” ujarnya bangga.
Selanjutnya, YPKGM tidak pernah berhenti melangkah untuk mendampingi petani agar bisa mandiri dan sejahtera secara bersama-sama. Hingga sekarang, YPKGM mempunyai 50 kelompok tani binaan. “Hanya, yang aktif 36 kelompok,” jelasnya.

Dia mengakui, kelompok-kelompok tani yang mendapatkan pendampingan dari YPKGM terbanyak adalah para petani di lereng Semeru. Pihaknya, kata Hendro, tidak hanya melakukan pendampingan yang sifatnya pasif, namun memberikan pelatihan pra dan pasca produksi, hingga membuka pasar produk-produk pertanian petani binaannya..
Dari kelompok-kelompok tersebut, mereka terus berusaha untuk mengubah perilaku para petani dari buruh tani menjadi seorang entrepreneurship alias wirausaha. Alasannya, jika petani hanya menjadi buruh tani, kesejahteraan mereka akan sulit tercapai.

Untuk mengubah perilaku tersebut, lanjut Hendro, dibutuhkan waktu lama dan pendampingan secara terus-menerus. “Masyarakat petani akan sulit mengubah perilakunya jika kita tidak memberikan contoh terlebih dahulu. Baru setelah kita memberikan bukti, mereka mau ikut,” paparnya.
Konsistensi, dari kaca mata Hendro, menjadi kunci eksistensi aktivitas YPKGM. Hingga akhirnya, kelompoknya mendapatkan pengakuan dari kelompok-kelompok tani lainnya. Bahkan, kemarin, empat kelompok tani dari Kabupaten Flores dan Kabupaten Timur Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur belajar ke rumah kreatif YPKGM.


Mereka belajar tentang teknik processing, packing dan pemasaran produk pertanian. Maria Beribe, salah satu kelompok petani yang bertandang ke YPKGM mengatakan, pihaknya sangat tertarik belajar ke YPKGM karena mereka mampu mengemas produk pertanian dengan baik.
“Mereka mendorong petani untuk mandiri. Kebetulan, kami baru bareng-bareng menggelar produk kami di Bondowoso (10-12 Agustus 2009),” ujarnya. Sepulang dari Bondowoso tersebut, sekitar 20 orang dari empat kelompok tani dari NTT mampir dulu di YPKGM.


Tak hanya menjadi tempat belajar bagi kelompok tani luar daerah, YPGKM juga menjadi satu-satunya lembaga non government yang dipercaya pemerintah untuk mewakili Lumajang dalam ajang Poverty Award 2009 yang diselenggarakan Pemprov Jatim. Ajang penghargaan bagi lembaga pengentasan kemiskinan, menurut rencana, akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini (*)




Rumah Kreatif & TBM Arjuna Mendukung Pengembangan Pusat Pelatihan Pasca Panen Berbasis Ekowisata

7 07 2009
Kecil itu indah. Small is beautifull. Sukses tidak selalu berpenampilan besar dan hebat, tetapi bisa juga diawali oleh hal-hal yang kecil dan sepele. Paradigma demikian menjadi motivasi bagi penggiat dan pekerja sosial yang senantiasa berkutat untuk mengemban misi mencerdaskan dan meningkatkan kualitas manusia. Tema-tema seperti pengangguran, keterpurukan, kegagalan bekerja dan semacamnya itu menjadi input bagi sekelompok pekerja sosial yang bermarkas persis di belakang Kantor Kejaksaan Lumajang itu.

Sebuah rumah yang cukup mewakili keberadaan misi sosial tersebut menjadi pintu masuk bagi segala kesuntukan kehidupan. Rumah yang digagas sebagai ‘kawah candradimuka’ ini menawarkan solusi sederhana tetapi tepat yang dikemas dalam perpaduan pusat informasi & pelatihan dan rekreasi wisata. Rumah ini memang terbuka untuk umum, khususnya bagi mereka yang ingin memperluas cakrawala berpikirnya dan ingin mengembangkan bisnisnya untuk menjadi manusia yang mandiri dengan berbagai ketrampilan yang dimilikinya.

Pengunjung bukan hanya disuguhi dengan secangkir kopi robusta produk lokal yang alami tetapi bisa praktik langsung untuk belajar bagaimana meracik kopi dan lebih penting lagi adalah belajar memproduksi kopi kemasan sampai siap jual di pasaran. Kopi hanya salah satu komoditas itu, disamping prosesing sejumlah tumbuhan toga yang bermanfaat bagi kesehatan. Pengunjung akan dibimbing oleh beberapa orang tutor yang berpengalaman di bidangnya.

Inilah pabrik mini yang memadukan konsep wisata dan bisnis, di dalamnya pengunjung akan memperoleh sejumlah keuntungan dan informasi berharga. Disamping pelatihan-pelatihan, pabrik mini juga dilengkapi dengan akses internet seluas-luasnya dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM Arjuna) yang dilengkapi dengan ratusan judul buku untuk semua kalangan masyarakat.

Rumah ini juga menjadi tempat transit yang nyaman bagi pengunjung sebelum melanjutkan rute wisatanya ke tempat-tempat yang lebih eksotik dan romantis seperti ke Watu Klosot


Watu Klosot merupakan kawasan wisata yang memiliki mata air yang oleh umat tertentu dianggap suci. Mata air itu keluar dari celah bebatuan yang dialirkan melalui sebatang bambu dan memancar jatuh ke bawah, ke balik semak-semak belukar. Air ini suci dalam arti bisa diminum secara langsung baik dengan menampungnya melalui cangkir maupun dengan menengadahkan mulut dan meminumya dari saluran bambu. Keunikan tempat ini salah satunya adalah deretan batu-batu besar yang merupakan sisa-sisa banjir Gunung Semeru. Batu-batu itu membujur dengan indahnya membentuk berbagai tiruan benda-benda yang kita kenal sehari-hari. Ada salah satu batu yang saking besarnya dan bentuknya menyerupai perahu sehingga dinamakan batu perahu. Dan di antara deretan batu-batu itu terdapat sejalur jalan berkelok-kelok menciptakan pemandangan tersendiri.

Berdiri di atas batu besar kemudian pandangan di arahkan nun jauh ke sana, ke Gunung Semeru yang menjulang tinggi dihempas angin pegunungan yang sejuk dan menggigit tulang akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan sepanjang hidup. Ada salah satu batu yang persis terletak dengan gagahnya di atas tebing. Ini menjadi sudut yang sangat dinikmati pengunjung, sudut ini biasa disebut sebagai relung meditasi. Orang-orang yang berkunjung ke sana biasanya menyempatkan diri untuk merenung sejenak, mencari kedamaian hati dengan duduk sambil mendekapkan tangan di depan dada.

Di bawah sana merupakan kawasan cagar alam yang luas membentang. Jika sedang beruntung kita akan melihat elang Jawa, burung yang sangat langka bersiul-siul di angkasa. Elang itu kadang mendekat dan hinggap di ranting-ranting pohon. Keberadaan burung yang dilindungi ini sudah semakin menyusut, sehingga perlu ada upaya intensif untuk melestarikannya. Lebih langka lagi adalah keberadaan harimau Jawa yang diduga masih ada sisa-sisanya dan berkeliaran di lereng-lereng Gunung Semeru. Penduduk setempat sering melihatnya melintasi jalan setapak sebelum menghilang ke dalam hutan.

Menarik Bukan, jadi tidaklah salah jika TBM Arjuna turut berpartisipasi dalam mensosialisasikan program ini…Bagaimana menurut anda ?!?!





Resensi Novel : Perempuan Berkalung Sorban

12 01 2009

Ini adalah sebuah kisah Berdasarkan Novel karya Abidah El Khalieqy, Kisah pengorbanan seorang perempuan Seorang anak kyai Salafiah sekaligus seorang ibu dan isteri. Annisa (23th), seorang perempuan dengan pendirian kuat. Cantik dan cerdas. Annisa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda Jombang, Jawa Timur.
Pesantren Salafiah putri Al Huda adalah pesantren kolot dan kaku. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Quran, Hadist dan Sunnah. Ilmu lain yang diperoleh dari buku-buku apalagi buku modern dianggap menyimpang. Karena itu para santri, termasuk Annisa, dilarang membaca buku-buku tersebut.

Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim. Seorang muslimah yang baik menurut Islam adalah, tidak diperbolehkan membantah suami; Haram meminta cerai suami; selalu ikhlas menerima kekurangan dan kelebihan suami, termasuk jika suami berkehendak melakukan poligami; Tidak boleh berkata lebih keras dari suaminya, sekalipun dalam menyatakan ketidaksetujuan; Tidak boleh mengulur-ulur waktu bahkan menolak ketika suami mengajak berjimak; Ikhlas menerima pembagian waris sekalipun hanya ¼ bagian. (lebih kecil daripada bagian laki-laki). Pelajaran itu membuat Annisa beranggapan bahwa Islam sangat membela laki-laki. Islam meletakkan perempuan sangat lemah dan tidak seimbang. Sejak kecil Annisa selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari Kyai. Dua orang kakaknya boleh belajar berkuda, sementara Annisa tidak boleh hanya karena dirinya perempuan.

‘Bagaimana dengan Hindun Binti Athaba?’ Tanya Annisa kepada ayahnya. ‘Beliau perempuan, seorang panglima. Lalu Fatima Azahra, putri Rosul, malah memimpin perang.’ Tapi protes Annisa selalu dianggap rengekan anak kecil. Annisa juga sering memprotes, ketika Ustadz Ali mengajarkan kitab Ahlkaqul Nisaa, Bulughul Maram dan Bidayatul Mujtahid, yang membahas hak dan kewajiban perempuan dihadapan suami yang dirasa tidak adil bagi Annisa. ‘Apa hukuman buat suami yang minta cerai,. Padahal sang isteri kekeuh mempertahankan rumah tangga?’ Tanya Annisa kepada Ustadz Ali. ‘Lalu bagaimana jika suami yang mengulur-ulur waktu atau menolak ketika sang isteri mengajak berjimak? Apa hukuman buat suami?’

Lagi-lagi protes Annisa hanya dianggap sambil lalu. Annisa selalu merasa dirinya berada dalam situasi yang salah. Hanya Khudori, paman dari pihak Ibu, yang selalu menemani Annisa. Menghiburnya sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Annisa. Khudori selalu menjadi tambatan, curahan perasaan Annisa ketika dirinya diperlakukan tidak adil oleh keluarganya. Diam-diam Annisa menaruh hati kepada Khudori. Tapi cinta itu tidak terbalas karena Khudori menyadari dirinya masih ada hubungan dekat dengan keluarga Kyai Hanan, sekalipun bukan sedarah. Khudori juga menyadari selisih umur yang terpaut jauh dengan Annisa. Hal itu membuat Khudori selalu membunuh cintanya demi menjaga stabilitas pesantren. Sampai akhirnya Khudori melanjutkan sekolah ke Kairo.

Khudori selalu menekankan ke Annisa untuk belajar. Kalau perlu sampai ke luar negeri. Khudori yang membawa apemikiran Annisa kearah keterbukaan wawasan, hingga secara diam-diam Annisa mencoba mendaftarkan kuliah ke jogja dan keterima. Tapi kenyataan berkata lain. Kyai Hanan tidak mengijinkan Annisa melanjutkan kuliah ke Jogja, dengan alasan bisa menimbulkan fitnah, ketika seorang perempuan belum menikah berada sendirian jauh orang tua. Annisa merengek dan protes dengan alasan ayahnya.

Akhirnya Annisa malah dinikahkan dengan Samsudin, seorang anak Kyai dari pesantren Salaf terbesar di Jombang. Pernikahan itu dimaksudnya juga sebagai pernikahan dua pesantren Salafiah yang mana nantinya akan menjadi pesantren besar di kota Jombang seperti Tebu Ireng. Sekalipun hati Annisa berontak, tapi pernikahan itu dilangsungkan juga demi kelangsungan keluarga dan pesantren Al Huda. Dalam mengarungi rumah tangga bersama Samsudin. Annisa selalu menadapatkan perlakuan kasar dari samsudin. Samsudin adalah tipe seorang laki-laki pengidap kelainan psikologis. Seorang lelaki possesif, kasar. Tapi ketika Annisa berniat meninggalkannya, Samsudin akan berubah menjadi lelaki rapuh yang merengek-rengek sambil bersujud meminta ampun kepada Annisa. Biduk keluarga Annisa berlangsung bagai neraka. Tubuh Annisa yang semula segar bercahaya, menjadi suram. Apalagi dalam 2 tahun pernikahan, Annisa tidak dikaruniai anak. Keluarga Samsudin semakin memandang buruk Annisa dan samsudin. Sampai kemudian Annisa harus menhadapi kenyataan Samsudin menikah lagi dengan seorang janda bernama Kalsum. Seorang perempuan lebih tua, cantik dan bisa mempunyai anak. Harapan untuk menjadi perempuan muslimah yang mandiri bagi Annisa seketika runtuh. Annisa berada dalam pusaran gelombang panas yang tidak memiliki harapan untuk keluar.

Dalam keputusasaaan itu, Khudori pulang dari Kairo. Annisa seperti mendapatkan harapan. Tapi Khudori bukan seorang anak Kyai seperti Samsudin. Apalah arti seorang Khudori bagi keselamatan Annisa. Tapi Annisa tidak peduli. Dia tumpahkan keluh kesah ke Khudori. Annisa meminta Khudori membawanya pergi. Annisa rela dianggap anak durhaka asal dirinya bisa keluar dari kemelut keluarganya. Tapi Khudori bukan lelaki gegabah. Khudori mencoba meredam ‘bara’ Annisa. Dalam kegusarannya itu, Khudori memeluk Annisa. Sebuah pelukan hangat seorang paman kepada keponakannya yang sedang resah. Tapi tiba-tiba, Samsudin datang dan memergoki kedunya. Samsudin berteriak ‘Zinah! Rajam! Rajam!’ yang kemudian membawa Annisa dan Khudori kedalam kemelut fitnah. Annisa tidak bisa berbuat apa-apa karena orang-orang sudah terlanjur terbakar emosi fitnah. Kejadian itu membuat Kyai Hanan malu dan sakit hingga kemudian meninggal. Khudori diusir dari kelangan keluarga pesantren Al Huda, sementara Annisa pergi ke jogja untuk melanjutkan niatannya sekolah. Pesantren Al Huda diserahkan kepada Reza, kakak Annisa untuk dikelola. Akibat peristiwa itu, hubungan keluarga Samsudin dan Annisa menjadi buruk. Tapi Reza mencoba memperbaiki hubungan silaturahmi dengan keluarga Samsudin demi kepentingan pesantren. Hal itu membuat hubungan Reza dan Annisa renggang. Dimata Reza, Annisa seorang perusak stabilitas keluarga. Perilaku Annisa buka cerminan anak kyai yang baik. Sementara itu Annisa berkembang sebagai muslimah dengan wawasan dan pergaulan yang luas. Lewat studinya sebagai penulis, Annisa banyak menyerap ilmu tentang filsafat modern dan pandangan orang barat terhadap Islam. Banyak buku sudah dihasilkan dari Annisa yang memotret hak perempuan dalam Islam.

Dalam kiprahnya itu, Annisa dipertemukan lagi dengan Khudori. Keduanya masih sama-sama mencintai. Namun Annisa masih dalam trauma pernikahan. Tapi Khudori adalah lelaki dewasa yang bisa mengerti kondisi Annisa. Akhirnya keduanya menikah meski sebetulnya pernikahan itu membuat hubungan Annisa dan keluarganya semakin jauh. Oleh Khudori Annisa disarankan untuk pulang. Annisa tidak mau karena dirinya sudah merasa diusir dari rumah itu. ‘Sebenarnya tidak ada yang mengusir kamu. Kamu yang selalu merasa terusir oleh kami.’ Begitu Ibunya selalu bilang kepada Annisa. Bagi Annisa Ibu adalah figure yang lemah. Tidak berdaya dihadapan ayahnya. Ibu bukan seorang yang bisa dijadikan teladan bagi Annisa. Tapi kemudian Annisa sadar bahwa untuk menciptakan lingkungan nyaman, seseorangan harus mengubah dirinya menjadi nyaman. Dan itu yang dilakukan oleh Ibu, yang biasa dipanggil Nyai. Rasa diam ibu, yang dianggap Annisa sikap lemah dan tak berdaya, sebenarnya adalah sikap toleran dan pengertian demi lingkungan stabil yang dia perjuangkan.

Akhirnya Annisa pulang dan sujud dihadapan ibunya. Kata maaf dari Annisa bukan ditujukan untuk suatu kesalahan. Tapi sebuah sujud rasa bakti kepada orang tua. Dalam kata maaf itu, Annisa berjanji untuk terus berjuang menjadi yang terbaik. Menjadi muslimah sebagaimana yang Ayah dan Ibunya inginkan …. Sumber : Sinapsis Film dengan Judul Yang Sama Oleh Hanung Bramantyo dan Ginatri S Noer





TBM ARJUNA Lumajang Gabung di Komunitas 1001 Buku

13 12 2008

logo_1001buku

1001Buku adalah organisasi nirlaba yang mewadahi relawan dan taman bacaan anak yang dikelola komunitas. 1001buku bertujuan untuk menyediakan akses pada bacaan berkualitas bagi anak-anak yang kurang beruntung.

1001buku didirikan pada bulan Mei 2002 dan diperkenalkan secara resmi kepada publik pada tanggal 10 Januari 2003. Hingga saat ini, Komunitas 1001buku telah mengumpulkan dan mendistribusikan lebih dari 40.000 buku, ribuan relawan dan simpatisan, puluhan Book Drop Box (tempat pengumpulan buku), dan mendukung ratusan perpustakaan/taman bacaan anak yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Visi
Penyetaraan akses pada bahan bacaan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia

Misi

Meningkatkan minat dan budaya baca anak Indonesia dengan mengusahakan akses pada bahan bacaan berkualitas melalui kegiatan-kegiatan yang dimotori oleh relawan dengan melibatkan komunitas-komunitas setempat.

Menggalang minat kerja sukarela di kalangan masyarakat, khususnya dalam penyetaraan akses terhadap bacaan berkualitas bagi anak-anak Indonesia

Menjadi wadah berjaringan bagi relawan & pengurus taman bacaan anak, untuk berbagi dan saling membantu dalam pengelolaan taman bacaan anak

    Sejak tahun 2007, 1001buku secara resmi telah menjadi Yayasan 1001Buku melakukan sejumlah kegiatan untuk mendukung perpustakaan anak terutama melalui:

    Memfasilitasi dan Mengembangkan Kapasitas Taman Bacaan Anak. 1001Buku mendukung perpustakaan dan taman bacaan anak yang dikelola secara mandiri oleh komunitas dengan cara mengusahakan pengumpulan buku-buku untuk memperluas koleksi mereka, menyediakan kesempatan berbagi pengetahuan dan pengalaman antar pengelola perpustakaan melalui workshop, diskusi, serta event-event tahunan seperti Olimpiade Taman Bacaan Anak.

    Mengelola dan Memfasilitasi Pengelolaan Book Drop Box. Book Drop Box (BDB) adalah kotak-kotak yang diletakkan di berbagai lokasi strategis di Jakarta dan Bandung (dan segera di kota-kota lainnya). Tujuan BDB adalah untuk memudahkan masyarakat, pendukung inisiatif ini, untuk menyumbangkan buku, majalah dan bacaan lain ­ baru maupun bekas ­ untuk perpustakaan anak. Setiap BDB dikelola oleh seorang atau lebih relawan yang bekerja atau berdiam di sekitar BDB itu berada. Seluruh BDB dikelola sepenuhnya oleh para relawan 1001Buku.

    Mengelola Pencatatan, Pemilahan dan Pendistribusian Buku. Pada minggu terakhir setiap bulan, para relawan 1001Buku berkumpul untuk mendata semua buku sumbangan yang terkumpul dari BDB untuk bulan tersebut. Buku-buku tersebut kemudian dipilah dan dikirim ke perpustakaan anak sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

    Pertemuan Berkala. Untuk menguatkan kekerabatan, kerjasama dan mengevaluasi hasil kerja, 1001Buku mengadakan pertemuan berkala setiap 2-3 bulan sekali. Pertemuan ini sepenuhnya didukung oleh para relawan 1001Buku dan diadakan di ruang-ruang publik yang dapat dipinjam tanpa biaya.

    Menyelenggarakan Kampanye Publik untuk Menggalang Partisipasi Aktif Masyarakat. Guna menyebarkan rasa peduli dan partisipasi masyarakat, 1001buku secara aktif mengadakan dan berpartisipasi pada event-event yang relevan dengan misi 1001buku. Peningkatan akses baca untuk anak Indonesia adalah tanggung jawab bersama, dan selayaknya diperjuangkan bersama.





    Resensi Buku : Google is My Salesman, Mengubah Mesin Pencari Menjadi Mesin Penjual Paling Produktif

    15 08 2008
    Penulis : Bob Julius Onggo
    Penerbit : Sygma Tahun 2008
    Jumlah halaman : 198
    Buku Digital : Rp 19,500.00
    Buku Cetak : Rp 33,150.00


    Adakah salesman yang tidak digaji?, Berapa gaji salesman atau top producer di perusahaan Anda? Berapa komisi mereka sebulan, setahun?, Tetapi coba bayangkan Anda memiliki salesman top, wiraniaga penjualan yg berproduktif tanpa Anda harus gaji!
    , Ah masa, Hare gene, ada salesman yang tidak digaji!!!


    Google dan/atau Yahoo serta top situs pencari lainnya dapat menjadi salesman Anda dan TANPA harus digaji, namun itu semua jika Anda tahu bagaimana “memperalat” mereka untuk mencari pelanggan Anda entah di pasar Indonesia, pasar regional maupun pasar internasional.
    • Lihat bagaimana calon buyers Anda mudah mencari produk yang Anda jual?
    • Simak juga bagaimana Google dan/atau Yahoo dapat menjadi MESIN IKLAN yang terus mendatangkan konsumen dan UANG ke saku Anda!
    • Sayang sekali, walaupun semua produk dagangan Anda hebat dan sudah terpampang di situs web namun “terendam” jauh di dalam, dan tidak “nongol” di urutan 10 besar atau paling tidak di halaman ke-2 hasil pencarian.

    CARANYA?
    Buku yang berjudul “GOOGLE IS MY SALESMAN” akan menjawabnya untuk Anda, dan akan membuat Anda CEPAT PENSIUN, ya CEPAT BERHENTI bekerja untuk suatu perusahaan NAMUN CEPAT MENJADI pemilik bisnis yang :

    • bebas macet di jalan
    • bebas kerja di mana saja dan kapan saja
    • bebas finansial

    Pastikan Anda memiliki buku ini sebelum kehabisan stok!

    Komentar Pujian lain utk buku ini :

    “… menggunakan Google dan Yahoo! untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.”
    — NINOK LEKSONO
    Direktur & Pemimpin Redaksi Kompas Cyber Media

    “Buku GOOGLE IS MY SALESMAN bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam memanfaatkan mesin cari (search engine), melainkan karena Bob juga telah membuktikan sendiri manfaat dan keunggulannya dalam bisnis yang dilakukannya. Karenanya, layaklah buku ini menjadi perhatian bagi siapa saja yang akan mengambil manfaatkan dari mesin cari, baik bagi kepentingan pribadi maupun bisnis mereka.”
    Tharsikin Insa, Chief Editor Majalah EbizzAsia

    Sebagai seorang pebisnis, selayaknya Anda sudah mulai melirik Google untuk fungsi yang bermanfaat bagi kegiatan bisnis Anda. Pasalnya, kini Google tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari. Lebih dari itu, Google mampu menciptakan keterkenalan atas produk dan jasa Anda dan membuat pasar yang Anda tuju -dalam lingkup global sekalipun- well informed. Oleh karena itu, pemanfaatan Google memungkinkan terjadinya pembesaran order atau pembelian. Lebih hebat lagi, fungsi ini bisa diperoleh tanpa biaya yang besar, bahkan tanpa biaya sama sekali dibandingkan dengan kalau Anda memasang iklan di media konvensional (cetak maupun elektronik) dan bahkan kalau memasang banner di Google itu sendiri. Oleh karena itu, menggunakan Google atau mesin pencari lainnya untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.


    Google is My Salesman bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam mengubah mesin pencari (search engine) menjadi mesin penjual penghasil uang (cash engine), melainkan juga membedah success story Bob Julius Onggo memanfaatkan keunggulam Google dalam bisnis yang dilakukannya. “Ini adalah pengalaman saya bertahun-tahun… Salesman terbaik saya, Google dan Yahoo!, mampu memberikan steady income secara terus menerus lewat incoming buyers… Berkat Google, Yahoo!, dan mesin pencari lainnya, saya dan semua karyawan saya bisa memiliki kehidupan yang lebih dari layak.”

    Sumber : http://bookoomoo.com/






    Plus Minus Belanja Buku Online

    24 05 2008
    Pengadaan buku dan bahan pustaka lainnya merupakan komponen penting dalam kegiatan literasi, pengelola perpustakaan atau taman bacaan masyarakat kerap dihadapkan pada permasalahan klasik pengadaan buku. Keterbatasan Dana untuk pengadaan bahan pustaka berbanding terbalik dengan tingginya tuntutan penambahan dan peningkatan bahan pustaka dengan beragam segmen dan kategori.

    TBM Arjuna-pun tak lepas dari permasalahan ini, kami dituntut proaktif untuk mencari referensi yang memadai mengenai bahan pustaka seperti berbagai macam katalog dari sejumlah penerbit. Ada kalanya kami harus masuk ke situs-situs penjaja buku online untuk mendapatkan informasi mengenai jenis buku berikut kisaran harganya.

    Belanja Buku online sekarang sangat dimungkinkan, beberapa yang sangat diminati adalah Gramedia Online, Kutu Buku, www.digibookgallery.com dll. Umumnya toko buku online menyediakan lebih banyak koleksi buku baik lokal maupun import, baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk digital. Pembeli tinggal menentukan dan memesan buku melalui website penjual buku online, mudah bukan?, selain kemudahan akses yang ditawarkan ternyata sistem pembelian buku online menghadapi sejumah kendala yang umumnya dihadapi diantaranya keamanan proses pembayaran dan jaminan pengiriman. Namun secara obyektif kita tidak perlu merisaukan permasalahan ini karena jika kita membuka mata lebar-lebar ternyata banyak juga peminat buku yang lebih menyukai berbelanja buku secara online…Bagaimana dengan kita ?!?!





    Komunitas Literasi dan Gerakan Indonesia Membaca

    17 03 2008
    Sejalan dengan makin berkembangnya teknologi informasi, komunitas literasi seakan menemukan media yang subur untuk terus tumbuh dan berkembang. Para pegiat literasi (Pustakawan dan Pustakawati) bisa secara mudah terhubungkan dengan komunitas literasi melalui kemudahan akses media. TBM Arjuna membuka diri dan berupaya terus menjalin komunikasi dengan berbagai komunitas literasi dalam rangka saling bertukar ide kreatif, gagasan dan mencari problem solving atas permasalahan-permasalahan yang secara umum dialami oleh para pegiat literasi.

    Berikut ini adalah beberapa komunitas literasi yang bisa kita ikuti :

    Komunitas 1001 Buku :

    http://groups.yahoo.com/group/1001buku/

    Rumah Dunia :

    http://rumahdunia.net/

    Keberadaan komunitas literasi ini menjadi inspirasi bagi setiap pegiat literasi untuk berkreasi tanpa henti…Mari Dukung dan Sukseskan Gerakan Indonesia Membaca!